SEMARANG, smanegeri7semarang.sch.id — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM), murid SMA Negeri 7 Semarang memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan sejarah dan budaya Nusantara. Kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM) dilaksanakan di Museum Ranggawarsita Semarang. SMA Negeri 7 Semarang turut berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan murid kelas XI yang didampingi oleh Ibu Anis Nuri Laili Sulistyowati, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Ratna Purwaningsih, S.Pd.
Acara Belajar Bersama Museum (BBM) di Museum Jawa Tengah Ranggawarsita dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Setelah pembukaan, peserta mengikuti diskusi bersama mengenai ”Vasudhara dan Keanekaragaman Hasil Bumi Nusantara”. Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber yang berbagi pengetahuan dan wawasan kepada para peserta, salah satunya Kak Kempho Antaka. Dalam penyampaian materi, melalui cerita bergambar membuat peserta lebih mudah memahami kisah dan makna yang terkandung dalam sosok Vasudhara secara menarik dan komunikatif. Vasudhara diperkenalkan sebagai personifikasi bumi dan kesuburan dalam kosmologi Hindu-Buddha, yang digambarkan membawa hasil bumi, biji-bijian, dan kekayaan sebagai simbol kelimpahan yang bersumber dari bumi. Melalui kegiatan tersebut, murid diajak memahami bahwa kemakmuran tidak terlepas dari hubungan yang harmonis antara manusia dan alam serta pentingnya menjaga kekayaan hasil bumi Nusantara. Pembahasan kemudian dikaitkan dengan kehidupan masyarakat Nusantara, khususnya keberadaan Dewi Sri sebagai simbol padi, kesuburan, dan kemakmuran yang berkembang dalam masyarakat agraris Jawa, Bali, dan Lombok. Tradisi seperti sedekah bumi dan seren taun juga menjadi bagian dari ungkapan syukur serta penghormatan masyarakat terhadap bumi yang telah memberikan sumber kehidupan.
Tidak hanya membahas nilai sejarah dan budaya, kegiatan BBM juga memperkenalkan beragam hasil bumi Nusantara yang berasal dari berbagai bentang alam, mulai dari wilayah pesisir dan laut, dataran rendah, dataran tinggi, hingga hutan tropis. Padi, jagung, palawija, umbi-umbian, kopi, teh, rempah-rempah, hasil laut, serta berbagai hasil hutan menjadi bagian dari kekayaan alam yang memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, murid juga diajak melihat keterkaitan antara hasil bumi dengan kehidupan masyarakat. Hasil bumi tidak hanya menjadi sumber mata pencaharian dan penopang perekonomian, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan tradisi, kebersamaan, serta rasa syukur terhadap alam. Selain mengikuti diskusi, peserta juga diajak berkeliling museum untuk melihat berbagai koleksi dan pameran secara langsung, sehingga pengalaman belajar menjadi lebih menarik dan memberikan wawasan baru tentang sejarah serta kekayaan budaya Nusantara.
Salah satu murid SMA Negeri 7 Semarang yang mengikuti kegiatan tersebut, Ahnaf Yusuf Prabowo dari kelas XI-6, mengungkapkan bahwa kegiatan BBM memberikan pengalaman belajar yang menarik dan menambah wawasan. “Kegiatan Belajar Bersama Museum di Museum Ranggawarsita sangat menarik dan edukatif. Kami mendapatkan pengetahuan baru mengenai Vasudhara serta berbagai kekayaan hasil bumi Nusantara yang sebelumnya belum banyak kami ketahui. Kegiatan ini juga tidak terasa membosankan karena kami tidak hanya mendapatkan penjelasan materi, tetapi juga diajak berkeliling museum dan melihat berbagai koleksi serta pameran yang ada. Bagi saya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena memberikan pengalaman belajar secara langsung dan membuat kami semakin mengenal sejarah, budaya, serta kekayaan Nusantara. Semoga kegiatan Belajar Bersama Museum dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.” Senada dengan Ahnaf, Syafa Quennara dari kelas XI-3 juga merasakan keseruan dan manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan BBM memberikan pengalaman belajar yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mengenai Vasudhara dan kekayaan budaya Nusantara. “Menurut saya, kegiatan Belajar Bersama Museum ini sangat seru dan menyenangkan. Saya mendapatkan banyak wawasan serta ilmu baru, terutama mengenai Vasudhara yang sebelumnya belum banyak saya ketahui. Materi yang disampaikan menjadi semakin menarik karena kami juga diajak berkeliling Museum Ranggawarsita dan melihat berbagai koleksi yang ada secara langsung. Bagi saya, belajar dengan cara seperti ini membuat pengetahuan yang diperoleh terasa lebih nyata dan mudah diingat.”
Kegiatan BBM menjadi pengalaman belajar yang memberikan ruang bagi murid untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh dengan kehidupan nyata. Melalui kunjungan dan pembelajaran di museum, murid tidak hanya mengenal peninggalan sejarah, tetapi juga diajak memahami nilai yang terkandung di dalamnya, termasuk pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Pada akhirnya, kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM) tidak hanya menjadi sarana untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi momentum bagi murid untuk menumbuhkan apresiasi terhadap sejarah, budaya, dan kekayaan alam Indonesia. Sebagaimana pesan dalam materi, penghormatan terhadap bumi sebagai sumber kehidupan perlu terus dilanjutkan dengan menjaga keanekaragaman hasil bumi Nusantara agar dapat diwariskan secara bijak kepada generasi mendatang.

