SEMARANG, smanegeri7semarang.sch.id- SMA Negeri 7 Semarang melaksanakan rangkaian kegiatan perayaan Iduladha 1447 H selama dua hari, yaitu pada tanggal 27–28 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menanamkan nilai religius, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada seluruh warga sekolah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan antusias, melibatkan murid kelas X dan XI, bapak/ibu guru, serta karyawan SMA Negeri 7 Semarang.
Rangkaian kegiatan diawali pada hari Rabu, 27 Mei 2026 dengan pelaksanaan salat Iduladha yang bertempat di lapangan SMA Negeri 7 Semarang. Kegiatan dimulai pukul 05.30 WIB diawali dengan gema takbir yang menambah suasana syahdu di pagi hari. Setelah pelaksanaan salat Iduladha, kegiatan dilanjutkan dengan khotbah yang disampaikan oleh Bapak Abu Khoir, S.Pd.I., selaku guru Pendidikan Agama Islam. Dalam khotbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk meneladani keikhlasan dan pengorbanan Nabi Ibrahim AS serta menjadikan momentum Iduladha sebagai sarana meningkatkan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT. Beliau juga mengingatkan pentingnya peran seorang ayah dalam membimbing keluarga, mengajarkan anak dan istri mengaji, serta mengajak keluarga melaksanakan salat berjamaah. Selain itu, para murid diajak untuk senantiasa menghormati, patuh dan berbakti kepada kedua orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi masa depan anak-anaknya. Suasana khotbah berlangsung penuh haru ketika beliau mengingatkan tentang besarnya pengorbanan ayah dan ibu dalam kehidupan berkeluarga. Sebagai bentuk pembelajaran karakter dan penguatan pemahaman nilai-nilai keislaman, para murid juga diminta untuk mendengarkan khotbah dengan saksama, kemudian merangkum isi materi yang disampaikan untuk selanjutnya dikumpulkan kepada guru sebagai bentuk refleksi dan evaluasi pembelajaran.
Kegiatan berlanjut pada hari Kamis, 28 Mei 2026 pukul 07.30 WIB dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di lingkungan sekolah. Pada tahun ini, SMA Negeri 7 Semarang menyembelih tiga ekor sapi dan satu ekor kambing. Dua ekor sapi berasal dari bapak/ibu guru, sedangkan satu ekor sapi dan satu ekor kambing merupakan hasil infak murid secara sukarela sebagai bentuk latihan berkurban dan pembelajaran nyata mengenai arti keikhlasan berbagi kepada sesama.
Daging kurban kemudian dibagikan kepada murid-murid yang kurang mampu serta masyarakat sekitar sekolah yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial warga SMA Negeri 7 Semarang terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, keterlibatan murid dalam proses pelaksanaan kurban juga memberikan pengalaman berharga dalam menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, dan empati sosial sejak dini.
Bapak Abu Khoir, S.Pd.I., menyampaikan bahwa kegiatan kurban di sekolah bukan hanya sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi murid. “Melalui kegiatan kurban ini, murid belajar tentang keikhlasan, kepedulian, dan arti berbagi kepada sesama. Harapannya, semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah semata, tetapi juga mampu membentuk karakter murid yang memiliki empati sosial dan jiwa kemanusiaan yang tinggi,” ungkap beliau.
Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan Iduladha ini, SMA Negeri 7 Semarang berharap nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga sekolah.

