SEMARANG, smanegeri7semarang.sch.id — Upaya menumbuhkan budaya literasi dan minat menulis terus dilakukan SMA Negeri 7 Semarang melalui berbagai kegiatan yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada murid. Salah satunya melalui kegiatan “Penguatan Literasi Melalui Belajar Sastra” yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, bertempat di Ruang Multimedia SMA Negeri 7 Semarang. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai yang diikuti oleh 30 murid yang merupakan perwakilan dari kelas X, XI, dan XII.
Para peserta merupakan murid yang telah melalui proses penyaringan melalui Google Form dengan kriteria memiliki minat dan kegemaran dalam membaca serta menulis. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang bagi murid untuk mengembangkan kreativitas, keberanian menuangkan gagasan, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap dunia literasi, khususnya sastra. Dalam kegiatan tersebut, murid memperoleh pembelajaran mengenai sastra di tengah perkembangan generasi digital, kekuatan bahasa dan imajinasi, serta proses mengubah pengalaman menjadi sebuah cerita. Materi tersebut disampaikan oleh Triyanto Triwikromo, dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip), yang juga mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam praktik kreatif menulis.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan menyenangkan. Murid tidak hanya menyimak materi, tetapi juga diberikan tantangan menulis secara bertahap, mulai dari menuangkan ide dalam beberapa kata, mengembangkannya menjadi kalimat, hingga menghasilkan sebuah cerita pendek. Karya yang telah dibuat kemudian dibagikan melalui media sosial dan mendapatkan tanggapan dari narasumber. Melalui proses tersebut, murid didorong untuk berani menuangkan gagasan tanpa terlalu dibatasi oleh kekhawatiran terhadap kesalahan maupun kritik. Kegiatan ini memberikan pengalaman bahwa menulis dapat dimulai dari hal sederhana yang ada dalam pikiran dan pengalaman sehari-hari.
Salah satu peserta, Arsyita Iga Tajalla dari kelas XII-1, mengaku mendapatkan pengalaman dan wawasan baru selama mengikuti kegiatan. “Kesan saya selama mengikuti kegiatan sastra sangat menyenangkan dan memberikan banyak hal baru. Pak Tri menjelaskan bahwa sastra masih hidup dan tidak benar-benar hilang karena sastra dapat mengikuti perubahan dan perkembangan zaman. Dari situ saya belajar bahwa siapa pun dapat menjadi seorang sastrawan asalkan memiliki niat untuk berkarya. Apa pun yang sedang kita pikirkan atau apa pun yang kita ketahui, sebaiknya langsung dituangkan dalam tulisan tanpa harus menunggu tulisan tersebut sempurna atau takut salah. Dari sebuah pemikiran sederhana, kita dapat mengembangkannya menjadi sebuah karya sastra dan mempublikasikannya, misalnya melalui Wattpad. Kegiatan semakin seru karena kami mendapatkan banyak doorprize dan Pak Tri menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan. Kami juga diberi tantangan menulis dari beberapa kata hingga menjadi sebuah cerita pendek. Saya bahkan tidak menyangka ketika karya saya dipilih sebagai salah satu dari tiga cerita pendek yang dinilai bagus oleh Pak Tri. Tentu saya merasa sangat senang dan bangga,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 7 Semarang berharap semangat literasi di kalangan murid semakin tumbuh dan berkembang, tidak hanya dalam membaca tetapi juga dalam menghasilkan karya. Arsyita juga menyampaikan pesan kepada teman-temannya agar tidak merasa malu untuk mulai menulis. “Jangan takut untuk membuat karya hanya karena khawatir salah atau mendapat kritik. Tuangkan saja terlebih dahulu apa yang ada di pikiran kita. Kritik bukan sesuatu yang harus ditakuti, tetapi dapat menjadi bagian dari proses untuk memperbaiki dan mengembangkan karya. Dengan keberanian untuk terus menulis dan berkarya, sastra akan terus hidup dan dapat menjadi sumber inspirasi bagi kita maupun orang lain,” pesannya.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan murid tentang sastra sekaligus meningkatkan keterampilan mereka dalam menulis. Saya berharap kelas sastra bersama Triyanto Triwikromo tidak hanya menambah wawasan tentang sastra, tetapi juga membuka cara pandang baru bagi murid dalam membaca dan memaknai kehidupan. Semoga melalui kegiatan ini, murid semakin berani menulis, lebih peka terhadap lingkungan dan kehidupan di sekitarnya, serta mampu melahirkan karya-karya yang jujur, kreatif, dan memiliki makna. Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir lebih banyak karya tulis murid SMA Negeri 7 Semarang yang berkualitas dan dapat dipublikasikan,” ujar Idayatul, S.Pd., M.Pd., Kepala Perpustakaan ABIYASA SMA Negeri 7 Semarang.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 7 Semarang terus mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memotivasi murid untuk semakin gemar membaca, berani menulis, kreatif berkarya, serta menghasilkan karya yang inspiratif dan bermanfaat bagi masyarakat.

