SEMARANG, smanegeri7semarang.sch.id— Dalam upaya memperkuat pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi, informasi, edukasi, dan branding sekolah, SMA Negeri 7 Semarang menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Media Sosial dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Digital Sekolah yang Kreatif, Edukatif, dan Beretika”. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, pukul 08.00–11.30 WIB, bertempat di Ruang Multimedia SMA Negeri 7 Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh Kepala Sekolah, para Wakil Kepala Sekolah, guru dari tim humas, serta beberapa perwakilan murid dari ekstrakulikuler Pinema dan Radio.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari salah satu staf Humas Universitas Negeri Semarang yaitu Satria Wahyu Kusuma. Peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan sekolah di era digital, meliputi literasi digital, etika bermedia sosial, branding sekolah, serta praktik produksi konten kreatif. Tidak hanya memperoleh pemahaman secara teoritis, peserta juga diajak untuk mengembangkan ide dan mempraktikkan secara langsung bagaimana menghasilkan konten yang menarik, informatif, edukatif, serta tetap memperhatikan etika dalam penggunaannya. Melalui kegiatan ini, media sosial diharapkan tidak sekadar menjadi ruang publikasi kegiatan sekolah, tetapi juga menjadi media yang mampu membangun citra positif dan memperkuat identitas sekolah.
Ibu Nurlita Fajar Fitriana, S.Pd salah satu guru SMA Negeri 7 Semarang menyampaikan bahwa pelatihan tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan warga sekolah dalam mengelola media sosial secara lebih profesional. “Kegiatan ini sangat penting karena media sosial saat ini menjadi salah satu wajah sekolah di ruang digital. Kami berharap melalui pelatihan ini, guru dan murid semakin mampu menghasilkan konten yang kreatif, edukatif, informatif, dan tetap beretika, sehingga setiap informasi yang disampaikan dapat memberikan manfaat sekaligus membangun citra positif SMA Negeri 7 Semarang,” ungkapnya.
Antusiasme peserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru dan murid aktif mengikuti pemaparan materi, berdiskusi, bertanya, serta terlibat dalam praktik pembuatan konten kreatif. Salah satu murid, Gusti Ahmad Nazmi dari kelas XI-8, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus membuka wawasan mengenai pentingnya etika dalam membuat dan menyebarkan konten. “Pelatihannya sangat menarik dan menyenangkan. Saya jadi lebih memahami bahwa membuat konten bukan hanya tentang bagaimana agar terlihat menarik, tetapi juga harus memperhatikan informasi yang disampaikan, etika, dan dampaknya bagi orang lain. Selain itu, saya juga memahami bahwa melalui konten media sosial yang kreatif, informatif dan positif, kita dapat ikut membangun dan memperkuat branding sekolah agar semakin dikenal oleh masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar murid semakin kreatif dan bijak dalam menggunakan media sosial,” ujar Nazmi.
Pelatihan pengembangan media sosial berlangsung dengan tertib dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui keaktifan dalam mengikuti materi, berdiskusi, serta berpartisipasi dalam praktik pembuatan konten kreatif. Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 7 Semarang terus berkomitmen membangun ekosistem digital sekolah yang mampu menghadirkan konten-konten positif, kreatif, edukatif, dan berkarakter. Sinergi antara kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid diharapkan dapat menjadikan media sosial sebagai ruang bersama untuk menginformasikan berbagai prestasi dan kegiatan sekolah sekaligus menginspirasi masyarakat melalui karya-karya positif dari warga SMA Negeri 7 Semarang.

