SEMARANG, smanegeri7semarang.sch.id – Pada hari Senin, 20 Juli 2026 SMA Negeri 7 Semarang bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Ngaliyan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi kesehatan jiwa bagi guru dan murid di Auditorium SMA Negeri 7 Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan jiwa di lingkungan sekolah tingkat SMP dan SMA yang berada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Ngaliyan. Sebanyak 50 murid yang terdiri dari perwakilan kelas X, XI dan guru mengikuti kegiatan yang berlangsung dengan antusias.
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai Pertolongan Pertama Pada Luka Psikologis (P3LP) sebagai langkah awal dalam membantu seseorang yang mengalami tekanan emosional atau gangguan psikologis sebelum memperoleh penanganan lebih lanjut dari tenaga profesional. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga sekolah mampu mengenali tanda-tanda awal permasalahan kesehatan jiwa sekaligus memberikan dukungan yang tepat kepada teman maupun lingkungan sekitar.
Materi disampaikan oleh dr. Dyan Fakhri Widyastra Suryo bersama tim dari UPTD Puskesmas Ngaliyan. Dalam pemaparannya, dr. Dyan menjelaskan pentingnya penyediaan layanan kesehatan yang terintegrasi melalui Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) sebagai bagian dari sistem rujukan pelayanan kesehatan di tingkat kabupaten/kota. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sejak usia remaja, mengenali faktor risiko, membangun komunikasi yang sehat, serta mengetahui prosedur memperoleh layanan kesehatan ketika diperlukan.
Nathania Carell Febianka salah satu murid kelas XI-7 mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Selama ini saya mengira kesehatan hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya memahami bahwa kesehatan mental juga sangat penting dan kita bisa memberikan pertolongan pertama kepada teman yang sedang mengalami tekanan psikologis sebelum mendapatkan bantuan tenaga profesional,” ungkapnya. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat mudah dipahami karena disertai contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan remaja.
Hal senada disampaikan oleh salah seorang guru pendamping yaitu ibu Trisiana Resmiyati, S.Pd yang mengikuti kegiatan. “Sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi guru karena kami tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga menjadi pendamping bagi murid di sekolah. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada luka psikologis akan membantu kami lebih peka dalam mengenali kondisi emosional siswa sehingga dapat memberikan dukungan awal yang tepat serta mengarahkan mereka memperoleh layanan kesehatan sesuai prosedur,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMA Negeri 7 Semarang berharap tercipta lingkungan belajar yang semakin sehat, aman, dan peduli terhadap kesehatan jiwa. Sinergi antara sekolah dengan UPTD Puskesmas Ngaliyan diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai program promotif dan preventif sehingga mampu membangun budaya sekolah yang mendukung kesejahteraan fisik maupun mental seluruh warga sekolah.

